Breaking News
Home / Author Archives: Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Politik

Author Archives: Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Politik

TIPOLOGI EKSTREMISME ISLAM DI INDONESIA (8) Oleh: Muhyar Fanani

Pendahuluan   Walaupun Islam memerintahkan pemeluknya untuk menjalin kerukunan baik dengan sesama muslim maupun dengan pemeluk agama lain (an-Nisa’: 128, al-Hujurat: 9,10), terdapat beberapa tokoh muslim yang menyerukan permusuhan. Anehnya, seruan itu diyakini sebagai pembelaan atas Islam itu sendiri. Terdapat logika yang tidak bertemu antara seruan hidup rukun dan seruan untuk bermusuhan. Seruan hidup rukun merupakan jiwa ajaran yang didukung ... Read More »

MAL PRAKTIK ISLAM (7) Oleh: Muhyar Fanani

Adanya beberapa Warga Negara Indonesia (WNI) yang tertarik bergabung ISIS (Islamic State of Iraq and Syria) sungguh memprihatinkan. Secara ideologi, tindakan itu sulit dibenarkan mengingat ideologi teror bukanlah ideologi yang disinari inti Islam. Secara politik, upaya itu tidaklah menguntungkan. Mereka dapat dicabut kewarganegaraannya sementara ISIS belum tentu mampu memberikan kewarganegaraan baru. Motif ekonomi yang bisa jadi menjadi pendorong juga sulit ... Read More »

HUKUMAN MATI BAGI KORUPTOR (6) Oleh: Muhyar Fanani

Warga negara yang sehat akal budinya, pastilah malu memiliki negara yang dikenal korup. Apalagi, mayoritas penduduknya muslim. Tak hanya warganya, Presidennya pun malu. Saat memberikan sambutan pada Rakernas MUI 2004, Presiden SBY menyatakan “Sungguh malu kita sebagai bangsa penganut agama Islam terbesar di dunia, dianggap sebagai bangsa yang korup, seolah-olah agama Islam yang menyuruh umatnya berbuat yang makruf dan menjauhi ... Read More »

KITA BUKAN BANGSA AYAM SAYUR (5) Oleh: Muhyar Fanani

Suatu saat nanti Indonesia akan menjadi bangsa yang disegani. Kualitas bangsa diakui. Anak-anak negeri tak lagi menjadi kuli. Mereka cerdik berinovasi dan aktif menghasilkan sesuatu yang bergengsi. Seluruh warga hidup tenang dan nyaman. Yang kuat melindungi yang lemah. Yang miskin tak terhinakan. Kekayaan darat, laut, dan udara benar-benar dimanfaatkan untuk kemakmuran rakyat. Negara menguasai sektor-sektor yang menjadi hajat hidup orang ... Read More »

FIKIH DAN KEBIJAKAN PUBLIK DI INDONESIA (4) Oleh: Muhyar Fanani

Memasuki era reformasi, hubungan antara hukum Islam dengan hukum nasional merambah jalan baru. Gerakan Islam Syariat bermunculan. Perda-perda bernuansa syariat juga bertebaran. Inikah arah yang ideal bagi muslim Indonesia untuk menjadi muslim yang baik sekaligus warga Indonesia yang baik? Pertanyaan ini perlu perenungan yang mendalam dengan memanfaatkan dialektika antara teks dan konteks, antara statis (ats-tsâbit) dan dinamis (al-mutahawwil), antara originalitas ... Read More »

PERAN PROFETIK MUI (3) Oleh: Muhyar Fanani

Ibarat umur manusia, sebagai organisasi keagamaan yang telah berusia  40 tahun (pada 2016), MUI sudah memasuki masa kedewasaannya. Organisasi para ulama yang berdiri 26 Juli 1975 itu kini tidak boleh lagi sekedar menjadi perpanjangan tangan penguasa. Ia dituntut untuk kembali mengenali jati dirinya yakni pengemban misi kenabian bagi umatnya. Tugas ini merupakan tugas fitrah MUI karena ia berbeda dengan organisasi ... Read More »

MUI DAN MEA Dr. H. Muhyar Fanani, M.Ag.

Salah satu permasalahan terberat NKRI adalah sedikitnya lapangan kerja. Mengapa tanah yang luas dan subur bisa miskin lapangan kerja? Jawaban sederhananya adalah karena rendahnya jiwa entrepreneurship. Mengapa jiwa entrepreneurship kita rendah? Karena kita kurang memaksimalkan akal kita untuk mengolah kenikmatan tanah air kita. Kedangkalan menggunakan akal ini berimplikasi domino. Dampak dari hal ini adalah banyaknya lahan usaha yang tidak terurus. ... Read More »

SESAT BUDAYA Oleh: Dr. H. Muhyar Fanani, M.Ag.

Krisis Timur Tengah yang hingga saat ini belum ada jalan keluarnya sungguh memprihatinkan kita semua. Banyak ulama terbaik yang ikut terbunuh termasuk Dr. Said Ramadhan al-Buthi, yang terbunuh saat mengisi pengajian di sebuah Masjid di Syria. Kini semua unsur masyarakat Timur Tengah menyesal karena ternyata permusuhan itu menghancurkan situs-situs berharga umat Islam yang berusia ratusan tahun. Nasi sudah menjadi bubur. ... Read More »